Senin, 05 Desember 2011

Puluhan Atlet Panahan DKI Terlantar


JAKARTA - Puluhan atlet cabang olahraga Panahan di DKI Jakarta terlantar. Mereka tidak bisa melaksanakan latihan karena keterbatasan alat. Bahkan sarana dan prasarana tempat latihan pun kurang memadai, masih digabung dengan tempat latihan sepakbola di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.


Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) DKI Jakarta, Didi O Affandi mengatakan, hal ini harus diperhatikan karena para atlet panahan ini dibebankan harus mendapatkan emas dalam PON tahun depan.




"Kami dibebankan harus mendapatkan emas dalam PON tahun depan di Riau. Tapi bagaimana bisa mendapatkan emas, kalau atlet kami tidak punya alat yang berstandar internasional. Apalagi kami mau menghadapi Prakualifikasi PON XVIII pada 9 hingga 18 September 2011," ujar Didi di Jakarta, Jumat (21/10/2011).




Oleh karenanya, Didi mengatakan pihak Perpani DKI telah mengajukan surat permohonan pembelian alat-alat panahan sebesar USD35.428 atau sekitar Rp318.8 juta kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta.




Didi juga mengatakan, kegiatan latihan Perpani DKI mulai aktif lagi selama satu tahun ini, setelah beberapa tahun yang lalu mengalami kevakuman. "Namun, tetap saja ada kendala seperti keterbatasan alat panahan untuk dipakai latihan secara intensif. Padahal akan ada sekitar 20 atlet panahan DKI yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau pada 9 September 2012," kata Didi.




Pihaknya mengharapkan agar anggaran untuk membeli peralatan panahan bisa segera dipenuhi oleh KONI DKI Jakarta. Sebab, Perpani akan mengadakan pemusatan latihan yang akan dimulai pada 24 November 2011 dan akan dilaksanakan selama 14 hari.




"Mudah-mudahan anggarannya segera dikucurkan KONI DKI. Karena selama ini, Perpani belum mendapatkan bantuan dana sama sekali. Padahal cabang olahraga panahan merupakan aset yang menjanjikan, karena bisa tembus ke olimpiade. Tapi kenyataannya, berjalan terseok-seok," ungkapnya."




Jenis peralatan panahan yang diperlukan untuk tiga tim, yaitu tim recurve, tim nasional dan tim compound. Untuk tim recurve dibutuhkan busur empat set dan anak panah sebanyak 10 lusin dengan masing-masing ukuran yang berbesar.




Sedangkan untuk tim nasional dibutuhkan standard bow 10 set dan 12 lusin anak panah platinum. Serta untuk tim compound membutuhkan peralatan busur jenis ventage ellite plus sebanyak 3 set, busur jenis contender ellite sebanyak 3 set dan anak panah sebanyak 10 lusin.




"Peralatan untuk bertanding harus dipersiapkan mulai sekarang. Mengingat pemesanan dan pengiriman peralatan membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Sebab, semua peralatan panahan itu diimpor dari luar negeri," ujarnya.

(hmr)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar